Jenis-jenis Baterai Laptop dan Cara Merawatnya Agar Awet

Jenis-jenis baterai laptop dan cara merawatnya agar awet - Bagi anda para pengguna laptop dengan merk apapun pasti tidak asing lagi dengan yang namanya baterai laptop, hanya saja perlu diketahui bahwa tidak semua baterai laptop itu sama. Baterai laptop sendiri diciptakan dalam 3 jenis yang berbeda. 

Ketiganya memiliki spesifikasi berbeda, dan juga punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dan ketiga jenis baterray laptop tersebut adalah baterai Ni-MH (Nickel Metal Hydride), Ni-Cd (Nickel Cadmium), dan Li-ion (Lithium Ion).
Lalu apa saja yang membedakan ke-3 baterai tersebut? Silahkan simak ulasan berikut untuk mengetahuinya:

A.Jenis-jenis baterai laptop

1.Baterai Ni-MH
Jenis baterai ini merupakan baterai bebas racun yang memiliki daya penyimpanan tenaga cukup besar dengan ukuran fisik yang besar pula. Kelebihan dari baterai ini adalah memiliki tingkat kerapatan energi yang lebih besar dari seri baterai Ni-Cd yang mana itu berarti dapat bertahan lebih lama untuk digunakan.
jenis,cara merawat,perbedaan,baterai,laptop

Namun selain kelebihan tersebut adapula kekurangan dari baterai ini yaitu mudah mengalami trouble ketika digunakan dalam suhu ruang yang terlalu rendah atau tinggi sehingga membuatnya tidak tahan lama.
2.Baterai Ni-Cd
Jenis Baterai ini sudah sangat jarang diterapkan pada laptop saat ini dikarenakan memiliki kelemahan yang cukup mengganggu yaitu ‘Memory Effect’. Kelemahan ini akan muncul ketika pengguna melakukan charging terhadap baterai ketika daya dalam baterai tersebut belum sepenuhnya habis.
Jadi, ketika baterai di charge saat kadaan masih menyisakan daya beberapa persen maka baterai tersebut tidak akan bertambah dayanya melainkan tetap seperti itu walau di charge dalam waktu yang lama. Hal ini dikarenakan terjadinya proses kristalisasi di dalam baterai yang menyebabkan cell didalamnya tetap mengingat besaran daya terakhir sebelum di charge sehingga disebutlah sebagai ‘Memory Effect’.
Oleh karena itu baterai berjenis Ni-Cd ini hanya bisa di charge ketika daya dialamnya sudah benar-benar habis dan hal tersebutlah yang secara otomatis akan mengurangi usia cell didalamnya sehingga baterai ini tergolong tidak awet.
3.Baterai Li-Ion
Jenis baterai ini adalah yang saat ini paling banyak diaplikasikan kepada laptop berbagai merk dan tipe. Hal ini dikarenakan baterai Li-ion adalah penyempurnaan dari seri baterai terdahulu sehingga Li-Ion menjadi standar penggunaan baterai di setiap laptop yang ada.
Baterai Li-Ion dapat menghasilkan daya energi yang sama besarnya seperti baterai Ni-Mh namun dengan ukuran fisik yang jauh lebih kecil dan ringan. Kemudian untuk zat berbahaya/racun pada baterai Li-Ion ini sudah sangat diminimalisir atau bahkan tidak ada sehingga sangat aman untuk digunakan. Namun kelemahan dari baterai ini adalah mudah terbakar apabila pengguna membuangnya secara sembarangan ketika baterai sudah rusak.

B.Tips merawat baterai laptop

1.Charge 12 jam untuk baterai baru
Bagi anda yang tengah membeli laptop baru ataupun hanya membeli baterai laptop yang baru maka perlu diperhatikan untuk mencharging baterai tersebut selama kurang lebih 12 jam dalam keadaan mati.
Hal ini perlu dilakukan karena pada umumnya baterai baru masih dalam kondisi yang dingin sehingga cell-cell didalamnya belum secara penuh siap digunakan, oleh karena itu diperlukan waktu charging yang cukup lama untuk memanaskan baterai tersebut agar cell-cellnya dapat lebih aktif dan memiliki daya tahan maksimal.
2.Jangan kuras daya baterai (untuk baterai jenis Li-Ion)
Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah dalam penggunaan laptop itu sendiri, yaitu pastikan untuk tidak menggunakan laptop sampai menghabiskan daya keseluruhan dari baterai sehingga baterai tersebut drop dan mati. Hal ini dapat mengurangi usia dari baterai itu sendiri, oleh karena itu charge baterai ketika dirasa presentase daya tinngal sedikit sebelum benar-benar habis.
3.Ganti baterai
Dengan melakukan perawatan maksimal kepada laptop ataupun baterai laptop tetap saja tidak menutup kemungkinan dari rusaknya baterai tersebut. Hal ini sebenarnya sangat wajar karena baterai laptop didesain untuk dapat bertahan pada daya tahan maksimal dalam periode tertentu, biasanya setelah 700 – 1000 kali charge.
Setelah melebihi batas maksimum charging tersebut cell-cell didalam baterai akan mulai melemah sehingga daya tahan baterai pun akan menurun dan tentunya mempengaruhi kenyamanan pengguna dan usia dari laptop itu sendiri karena perlu dilakukan charge berulang kali. Oleh karena itu gantilah baterai laptop yang sudah drop/rusak dengan yang baru dan original guna menjaga kualitas dari laptop itu sendiri.


Simak : 12 Tips Merawat Komputer dan Laptop Agar Awet dan Panjang Umur

C.Perbedaan baterai original, original equipment manifacturer (OEM), dan KW

Setelah mengetahui jenis-jenis baterai dan bagaimana cara merawatnya maka selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah ketika ingin membeli sebuah baterai laptop yang baru untuk menggantikan baterai sebelumnya, perhatikan kondisi dari baterai tersebut, apakah original atau KW. Untuk dapat lebih lanjut mengetahui perbedaan baterai tersebut silahkan simak ulasan berikut ini:
1.Baterai laptop original
Baterai original adalah jenis baterai yang dirilis oleh pihak perusahaan laptop secara legal dan resmi dengan berbagai merk dan tipe yang sesuai dengan spesifikasi dari laptopnya.
Baterai original sendiri dapat dibeli di gallery resmi dari brand laptop masing-masing dengan harga yang cukup mahal. Hal ini dirasa wajar karena baterai original dirangkai dengan kualitas yang baik dan sama dengan baterai asli bawaan dari laptop sehingga dapat dipastikan baterai original memiliki penyimpanan daya yang baik dan komponen yang awet serta tidak akan membahayakan kondisi dari laptop itu sendiri.
2.Baterai laptop original equipment manifacturer (OEM)
Baterai OEM adalah jenis baterai yang bisa dikatakan hampir sama dengan baterai original. Pembeda dari baterai OEM dan Original adalah baterai jenis ini diproduksi oleh produsen yang merupakan vendor resmi dan legal yang memegang lisensi dari brand sebuah laptop sehingga dapat dipastikan jika baterai OEM tidak dijual melalui gallery resmi laptop melainkan dijual melalui distributor di setiap wilayah sehingga biasanya harga dari baterai OEM akan lebih murah dibanding baterai Original.
Hal yang menyebabkan legalnya distribusi baterai OEM ini adalah karena permintaan konsumen yang cukup besar dan biasanya pihak produsen asli tidak dapat memenuhi kebutuhan tersebut sehingga diadakan produksi secara massal dari produsen lain dan tentunya dengan izin resmi dari pihak terkait sehingga dapat dipastikan kondisi dari baterai ini sama baiknya dengan yang original.
3.Baterai KW
Baterai KW saat ini sudah cukup banyak menyebar dipasaran sehingga tidak jarang membuat konsumen awam kebingungan untuk membedakannya dengan yang original terlebih kondisi fisik dari baterai tersebut terbilang sangat mirip.
Walaupun demikian perlu diketahui bahwa baterai KW adalah baterai yang diproduksi tanpa penyesuaian sebelumnya dengan tipe laptop yang digunakan sehingga tidak jarang arus listrik yang masuk dan tersimpan tidak sesuai dengan spesifikasi laptop dan hal ini tentu sangat rawan terhadap keawetan dari laptop itu sendiri.
Oleh karena itu belilah baterai di toko yang terpercaya agar terhindar dari penipuan, kecuali jika memang bermaksud untuk membeli baterai dengan kualitas KW mengingat harganya yang memang sangat berbeda dan lebih murah.


Simak juga: 10 Penyebab Laptop hang dan Solusi Terbaik untuk Mengatasinya
Demikian ulasan mengenai baterai laptop, mulai dari jenis-jenis hingga cara merawat dan membedakan jenis baterai ketika hendak membelinya, semoga bermanfaat. 

0 Response to "Jenis-jenis Baterai Laptop dan Cara Merawatnya Agar Awet"

Posting Komentar